Jumat, 13 Maret 2015

.. Si Marungga Alias Si Kelor ..

Diposkan oleh Rindhi Andhika Lukman di 09.30
Hellooo ..
Tadi malem pas aku lagi buka jejaring sosial Facebook dan aku scroolll beranda disituuu ada temen Facebook aku dari Banyuwangi nge shareee artikel tentang daun Marungga atau daun Kelorrr .. yaaakkk daun Kelorrr .. mungkin sebagian dari kita kalo udah denger kata Kelor pastiii mikirnya Horor nihhh, Magis, menjurus ke Ilmu-ilmu Goibbb .. hahahaahaha .. duluuu waktu aku masih tinggal di Banyuwangi memaaang katanya daun Kelor dapat mengusir roh-roh halusss, bisa buat nyembuhin orang kesurupan, bisa menghilangkan ilmu-ilmu hitam, bisa melunturkan susuk ketika ada orang yang menggunakan susuk, dan katanya juga daun kelor di manfaatkan untuk memandikan jenasah *uwoooooooowww* .. 

kemarin-kemarin juga pernah baca di artikel  tentang tukang begal yang menangis ketika polisi menunjukkan daun Kelor *hahahahaha* ternyataaaaaaa tukang Begall tersebut menjalankan aksi begalnya dengan menggunakan ilmu hitam yaitu tahan bacokkk, dan tembakkk sehingga polisi yang akan menangkapnya kewalahan karena tembakan yang di arahkan kepada tukang begal tersebut tidak mempan walaupun sudah berulang kali, aksi kejar-kejaran dengan polisi sampai masuk ke area hutannn nahhhhh karena polisi tau si tukang begal pake ilmu akhirnya pas di hutan polisi mengambil daun Kelorrrr dan ketika akan di tangkap polisi berkata kamu mau menyerah atau kamu saya pukul pakai daun kelor dan ternyata si tukang begal menangis dan menyerahkan diri kepada polisiiii *semacam apalahhh ituuuuuuuu* bahahahahahaha ..

Sebenarnyaaaa selain manfaatnya dapat digunakan untuk hal-hal yang berbau mistisss .. daun Kelor bisa dimanfaatkan untuk makanan sehari-hariii .. waktu jamanan aku masih tinggal di Banyuwangiii pas masih bocah-bocah aku suka kok makan sayur kelor *dimasaknya kayak bikin sayur bening* .. kalo di banyuwangi "Sayur" ituuu nyebutnya "Jangan" jadi kalo "Sayur Kelor" nyebutnya "Jangan kelor" kalo "Sayur Sop" nyebutnya "Jangan Sop" kalo "Sayur Kangkung" nyebutnya "Jangan Kangkung" lucuuuuuuu yaaaaaa *bahahaha* kalo orang yang gak tau arti "Jangan" dalam bahasa banyuwangi pasti dikiranya "Jangan yang artinya Tidak Boleh" *hahahahaha* .. nahhh dulu aku pas masih kecil tuh kan ada pengasuhh namanya "Mbok Nana" kalo lagi dirumahnya aku sering dikasi makan nasi sama sayur kelor sama pelasan *pepes* ikan, huuuuuuuuuummm toppp markotopppp .. tapiiiiiiiiiii sama mama dulu gak bolehhh kalo aku makan sayur kelorrr *entah kenapaaaa* mungkinnn dipikir mama tanaman kelor tuh gak bergizi kali yaaaa atau karena berbau mistisss ituu kali yaaaa .. tapi aku tetep makan karena rasanya emang enakkk .. selain daunnya  buah dari daun kelor juga enak kalo di masak jadi sayurrr kalo di di Banyuwangi dulu nyebutnya "Kelentang" jadiii sering di masak jadi "Sayur Kelentang" atooo "Jangan Kelentang" rasanya enakkk apalagii kalo dimasak pake belimbing wuluhh kecut-kecut, asem-asem enakkk gituu *bahahahaha* ..

Nahhhhh kalo di Banyuwangi tanaman kelor banyak dijumpaiin dan gak susah kalo nyari daun kelor .. Tapiiiiiiiiiiiiiiiii ketika aku pindah ke Pulau Sumatera tepatnya di Kota Palembang aku jarang sekali liat tanaman Kelor nyarissss gak pernahhhh *tapiii waktuu jaman kuliah seperti pernah liat tapiii iya atu bukan tanaman Kelor aku udah lupa* .. di Palembang liat tanaman Kelor aja gak pernah apalagiii makan dalam bentuk sayurrrr *gak pernah sama sekali semenjak tinggal di palembang* pengeeeeeeennn lagiiiiii makan sayur keloooorrrrrrrrrrr ama sayur Kelentangggg .. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Embokkkkkkkkk ..

Naaaaaahhh .. karena duluuu tuh gak pernah tauuu apa sih manfaat tanaman Kelorrr dan cuma makan-makan aja ketika si mbok ngasiii sayur Kelor buat makan .. nahhh passsss aku kuliahhh aku kan jurusan Biologiii yaaaaa kan Biologiii adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan) sampailah pada mata kuliah tentang tumbuhan dannnnnnnnn si dosen menjelaskan tentang tanaman Kelorrrrr dan ternyataaaaaaaa dosen menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi manfaat dari tanaman kelorrr dan aku baru tauuuuuu *semacam apalah iniiii* ..

Tadi malem sengaja baca artikelnyaaaaaa dan dari situuu nambahhh lagiiii ilmuuuuuu .. yukkk mariiii bacaaaa artikel yang aku baca semalemmm ...

Marungga, Pohon Ajaib untuk Memberantas Kekurangan Gizi


Added by satutimor.com on January 2, 2014.
Saved under Pengetahuan Lokal

Oleh Ferderika Tadu Hungu




Siapa yang tidak mengenal pohon marungga? Bagi orang NTT, marungga adalah tanaman yang tidak asing lagi. Marungga (Latin: Moringa Oleifera, Inggris: Drumstick) di Timor disebut Hau Fo, di Sumba disebut Kawano dan di Flores disebut Moltong sementara di Indonesia dikenal dengan nama pohon kelor Nama marungga sendiri mirip dengan nama lokal Moringa di India Tamil yakni Murungai dan di Filipina yakni Malunggay dalam bahasa Tagalog.
Pohon ini dikenal luas terutama di daerah pedesaan dan perkampungan. Umumnya tanaman ini dimanfaatkan daunnya untuk sayur. Ada juga yang memanfaatkannya sebagai tanaman pembatas halaman atau pohon pagar.
Namun masih banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa tanaman ini mengandung khasiat yang sangat luarbiasa. Bahkan masih banyak yang memandang bahan makananan dari pohon marungga makanan “orang miskin” dan makanan yang “tak bergengsi”. Baunya yang cukup keras dan pohonnya seperti tanaman perdu dan orang lebih mengenalnya sebagai tanaman pagar membuat banyak orang yang tak berminat terhadap tanaman ini.
Namun pandangan di atas adalah pandangan yang sangat keliru. Berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan dan ahli gizi pohon ini ternyata mengandung khasiat gizi yang luar biasa lengkap dan telah dimanfaatkan di banyak negara seperti di Afrika untuk pemberantasan kekurangan gizi.
Di Afrika, tanaman marungga disebut sebagai sahabat terbaik para ibu, sementara para ilmuwan dan ahli gizi menyebutnya “miracle tree” (pohon ajaib) bahkan ada yang menyebutnya sebagai “tree of life” (pohon kehidupan).
Pohon marungga adalah pohon yang sangat tua keberadaannya. Konon kabarnya Musa menggunakan tanaman ini untuk memurnikan air untuk minum bangsa Israel ketika keluar dari tanah Mesir. Tanaman yang menurut sejarah berasal dari kawasan pegunungan Himalaya seperti di India, Pakistan, Bangladesh dan Afganistan ini sebenarnya telah lama digunakan oleh bangsa Yunani, Romawi dan Mesir kuno sebagai bahan makanan dan obat-obatan. Naskah India Kuno (Ayurveda) tentang pengobatan tradisional menyebutkan pohon marungga konon bisa menyembuhkan kurang lebih 300 macam penyakit.
Sekarang ini pohon marungga telah menjadi tanaman penting di India, Ethiopia, Filipina dan Sudan, dan sedang dibudidayakan di daratan Afrika, serta negara-negara yang beriklim tropis (panas) di Asia, Amerika Latin, Karibia, Florida dan Kepulauan Pasifik.
Selain sebagai makanan yang bernutrisi tinggi, tanaman marungga juga telah dipakai untuk upaya pemulihan tanah dan pencegahan kekeringan. Negara-negara di Afrika, Arab dan Israel telah melakukan budidaya untuk program pemulihan tanah kering dan gersang, karena sifat dari tanaman ini mudah tumbuh pada tanah kering ataupun gersang, dan kalau sudah tumbuh maka lahan di sekitarnya akan dapat ditumbuhi oleh tanaman lain yang lebih kecil, sehingga pada akhirnya pertumbuhan tanaman lain akan cepat terjadi.
Adalah seorang ahli gizi yang bernama Lowell Fuglie, seorang warga negara Prancis yang tinggal dan bekerja di Senegal, Afrika yang pertama kali meneliti kandungan nutrisi daun marungga. Pada akhir tahun 90an, Fuglie mulai meneliti daun marungga dan menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil yang mengalami persoalan gizi buruk sekalipun masih bisa dibantu untuk memiliki bayi yang sehat dengan cara mengonsumsi daun marungga.
Hasil penelitian ini telah banyak dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memerangi persoalan gizi buruk. Sejauh ini dikenal 3 lembaga non pemerintah yang secara aktif memperkenalkan khasiat luarbiasa dari pohon marungga yaitu organisasi Trees for Life (Pohon untuk Kehidupan), Church World Service (Pelayanan Gereja Sedunia) dan Educational Concerns for Hunger Organization (Organisasi Kepedulian Pendidikan untuk Kelaparan). Bahkan sekjen PBB (Kofi Annan pada waktu itu) ikut mendukung kampanye penggunaan daun marungga untuk memerangi gizi buruk.

Manfaat Umum Pohon Marungga
Memang sungguh luar biasa pohon yang satu ini. Coba kita bayangkan, jika kita mempunyai sebuah pohon di halaman rumah kita yang bisa memenuhi hampir semua kebutuhan gizi kita. Pohon tersebut mudah ditanam dan mudah pula perawatannya. Tidak mudah mati jika diterpa kemarau panjang sementara semua bagian pohonnya bisa dimanfaatkan baik sebagai bahan makanan maupun obat-obatan.

Daun, buah dan bunganya bisa dimasak untuk memenuhi hampir semua kebutuhan vitamin dan mineral tubuh kita.
Akar, kulit, buah dan bunganya berguna sebagai obat-obatan ketika kita sakit. Lebih dari pada itu, pohon ini juga bermanfaat untuk memurnikan air untuk kita minum. Rasanya seperti pohon ajaib yang ada dalam cerita-cerita dongeng namun pada kenyataannya memang pohon itu ada. Pohon itu bernama Moringa Oleifera atau yang kita kenal sebagai pohon marungga atau kelor itu.
Buah pohon marungga yang masih muda juga mengandung asam amino serta banyak vitamin dan zat gizi lainnya. Dapat dikonsumsi dengan cara seperti kacang hijau atau kacang tanah dan bisa juga dibuat minyak yang nilai gizinya sama dengan minyak zaitun.
Bunganya dapat dimasak dan dimakan seperti sayur dan rasanya seperti jamur. Sementara akarnya, dapat dipotong-potong dan dimasak seperti lobak, namun mesti diingat bahwa akar mengandung spirochin alkaloid yang melumpuhkan saraf-saraf agen secara fatal.

Si Daun Ajaib: Kecil Tapi Besar Manfaatnya
Daun marungga bisa dikatakan sebagai daun ajaib. Daun ini sangat kaya akan kandungan gizi yakni sebagai sumber betakaroten, vitamin C, protein, besi dan kalium.
Daun marungga juga mempunyai fungsi pengobatan karena banyak mengandung kalsium dan fosfor. Daun yang segar segar bisa dimasak seperti sebagai pengganti bayam, bisa juga dikeringkan dan dijadikan tepung kering/serbuk yang dimakan sebagai bumbu dan saus.
Penelitian dari Fuglie menunjukkan bahwa jika dihitung gram per gram, daun marungga mengandung: TUJUH kali vitamin C dalam jeruk, kali EMPAT Kalsium dalam susu, EMPAT kali vitamin A dalam wortel, DUA kali protein di masa susu dan TIGA yang Kalium dalam pisang.


Kekuatan Marungga
  • Moringa mengandung 7 kali vitamin C dalam jeruk. Vitamin C diperlukan tubuh kita untuk memperkuat sistim kekebalan tubuh dan untuk melawan penyakit menular seperti pilek dan flu. Namun kandungan vitamin C Moringa lebih banyak dari jeruk yang kita kenal sebagai sumber vitamin C.
  • Moringa mengandung 4 kali kalsium yang terdapat dalam susu. Kasium sangat penting untuk membangun tulang dan gigi serta mencegah osteoporosis. Namun kandungan kalsium Moringa lebih banyak dari susu yang kita kenal sebagai sumber kalsium.
  • Moringa mengandung 4 kali lipat Vitamin A dalam Wortel. Vitamin A berperan sebagai penangkal atas penyakit kulit, mata, jantung, diare, dst. Namun kandungan vitamin A Moringa lebih banyak dari wortel yang kita kenal sebagai sumber vitamin A.
  • Moringa berisi 3 kali kalium dalam pisang. Kalium merupakan bahan penting untuk otak dan saraf. Pisang merupakan sumber kalium tetapi daun Moringa memiliki lebih banyak lagi.
  • Moringa mengandung 2 kali lipat protein dalam yogurt. Protein, sebagai blok bangunan tubuh kita terbuat dari asam amino dan biasanya hanya terdapat pada produk hewani seperti daging, telur dan susu yang mengandung semua asam amino esensial; namun hebatnya daun kelor mengandungnya lebih dua kali lipat.
  • Moringa memiliki 0.75 kali besi dalam bayam. Zat besi memainkan peranan penting dalam sintesis hemoglobin (darah merah) yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Bayam terkenal dengan zat besinya tetapi daun Moringa juga mengandung zat besi.
Daun marungga dapat meningkatkan energi kita secara alamiah. Mereka yang mengkonsumsi daun ini mengatakan bahwa luka borok mereka sembuh, ada pengurangan rasa sakit arthritis dan radang, tekanan darah lebih terkontrol, kulit menjadi lebih baik dan mempunyai daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit.
Manfaat lain dari daun marungga adalah fungsinya untuk menenangkan, karena dapat menurunkan tekanan darah sehingga bisa mendapatkan tidur yang baik. Di Indonesia daun marungga belum begitu banyak dimanfaatkan kecuali sebagai bahan sayur dan untuk mengatasi ilmu hitam.
Di negara-negara lain, misalnya di India, tanaman marungga tanaman ini dipakai sebagai obat; anemia, anxiety, asma, bronchitis, katarak, kolera, conjunctivitis, batuk, diarrhea, infeksi mata dan telinga, demam, gangguan kelenjar, sakit kepala, tekanan darah tidak normal, radang sendi, gangguan pernafasan, scurvy, kekurangan cairan sperma dan tuberculosis.

Berikut ini fakta tersembunyi dari si daun ajaib tersebut yaitu antara lain:
  • Meningkatkan daya tahan tubuh secara alamiah
  • Menyediakan antioksidan
  • Memelihara sistem kekebalan tubuh
  • Merupakan agen anti-inflamasi (anti radang)
  • Membantu menormalkan gula darah
  • Memicu metabolisme
  • Meningkatkan kesehatan kulit dan mengurangi keriput
  • Meningkatkan pencernaan yang sehat
  • Meningkatkan fungsi hati menjadi normal
  • Meningkatkan energi
  • Memelihara mata dan otak, dll.

Mari Tanam dan Makan Marungga

Melihat bagitu kayanya kandungan nutrisi dalam daun marungga, tentu kita akan sangat bersyukur dikaruniai pohon yang mudah tumbuh di daerah kering seperti di NTT. Apalagi semenjak terjadi krisis ekonomi di Indonesia dimana harga-harga barang yang semakin melambung membuat masyarakat umum dan miskin khususnya sulit untuk membeli makanan-makanan bergizi seperti susu, daging, ikan, telor dan sayur-sayuran dan buah-buahan.
Hal ini menyebabkan banyak anak-anak balita yang menderita kekurangan gizi demikian juga ibu hamil. Pengolahan daun marungga sudah sangat bervariasi. Tidak hanya dimasak langsung, tetapi di beberapa negara, daun marungga sudah diolah dalam bentuk makanan seperti; tepung daun marungga,  bubur, sirup, teh daun marungga, saus marungga, biskuit marungga dan lainnya.
Sementara di negara kita, masih sangat sedikit orang yang memanfaatkan tanaman marungga sebagai bahan makanan. Hal ini barangkali karena manfaatnya yang luar biasa belum banyak diketahui.
Berkaca dari pengalaman negara-negara di Afrika yang memerangi kelaparan dan gizi buruk, sudah saatnya kita tidak merasa gengsi atau malu untuk mengkonsumi daun marungga demi kesehatan kita. Oleh karena memakan daun marungga sama artinya dengan kita telah mengkonsumsi jeruk, wortel, bayam, minum susu dan makan pisang.
Menanamnyapun tidak sukar demikian pula perawatannya. Tinggal ditancapkan saja beberapa batang marungga di tanah dan tanaman ini bisa tetap tumbuh meski di musim kemarau dan tidak memerlukan perawatan khusus. Hasilnyapun sudah bisa langsung dimanfaatkan  2-3 bulan dan bisa diwariskan sampai anak cucu karena pohon ini berumur panjang.
Sumber:
  1. Benefits of the Moringa leaf, www.herbal-home-remedies.com/blog/101/benefits-of-the-moringa-leaf/
  2. Moringa oleifera: A Review of the Medical Evidence for Its Nutritional, Therapeutic, and Prophylactic Properties. Part 1, www.tfljournal.org/article.php/20051201124931586
  3. Moringa Oleifera: The Miracle Tree www.naturalnews.com/022272.html
  4. Muslihudin, Kelor di Jaman Kuno, Kelor di Jaman Modern, Tetap Sama Ampuhnya,http://www.plantamor.com/index.php?n=81&articles=yes 
  5. Kelor untuk Mengatasi Kelaparan dan Gizi Buruk, http://kesehatan.kompasiana.com/group/medis/2010/03/16/kelor-untuk-mengatasi-kelaparan-dan-gizi-buruk/ 
  6. Kelor (Moringa oleifera), Tanaman Bermanfaat untuk Berantas GIZI BURUK…!, http://www.blogster.com/firsonigosa/kelor-tanaman-bermanfaat-untuk-berantas-gizi-buruk

.. Semoga Bermanfaattt ..

.. (^_^)v ..



source :




1 komentar:

Kebun Kelor Indonesia mengatakan...

Kelor tanaman yang kaya manfaat dan dapat digunakan sebagai pakan ternak juga loh.. bagi sahabat indonesia yang butuh biji kelor.. mampir ya..

Poskan Komentar

.. Thanks (^_^)v ..

.. Thanks (^_^)v ..
Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Story Of My Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review